Labuan Bajo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengaktifkan Posko Kesiapsiagaan Bencana sejak 1 November 2022 untuk mengkoordinasikan dan memantau kejadian bencana yang terjadi pada musim hujan.
“Mengaktifkan posko adalah langkah antisipasi kami untuk siap siaga menghadapi bencana di saat musim hujan, selanjutnya memberikan imbauan terkait kondisi cuaca saat ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Stefanus Tawar ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Selasa, (8/11/2022).
Berdasarkan prakiraan BMKG, seluruh wilayah Manggarai telah memasuki musim hujan. Karena itu, ada potensi hujan intensitas sedang disertai petir pada siang hingga sore hari.
Untuk mengantisipasi bencana yang ditimbulkan dari kondisi ini, BPBD Manggarai membuka posko hingga 31 Desember 2022. Laporan informasi kejadian bencana dapat disampaikan berjenjang dari desa hingga ke tingkat kabupaten.
Sembari mengaktifkan posko sebagai salah satu langkah kesiapsiagaan bencana, BPBD Manggarai mengimbau warga yang tinggal pada beberapa daerah potensi longsor untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi.
Dia menyebut ada beberapa daerah yang memang berpotensi terjadi longsor saat musim hujan berdasarkan data potensi bencana dan pengalaman kejadian longsor sebelumnya.
“Kalau topografi kita ini yang berpotensi longsor di Cibal, Cibal Barat, Kecamatan Ruteng, Rahong Utara, dan Langke Rembong,” sebut Stefanus.
Stefanus meminta agar warga di wilayah tersebut waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas. Apabila terjadi hujan sangat lebat, dia meminta warga yang tinggal pada pemukiman di lereng bukit untuk segera melakukan evakuasi mandiri.
Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Manggarai Decky Irmawan menambahkan secara umum wilayah di Manggarai berpotensi mengalami hujan lebat. “Umumnya wilayah tersebut berkontur curam dan hilir sungai yang menerima hujan lebat dari hulu yang sedang terjadi hujan lebat,” kata Decky.
Adapun Posko Kesiapsiagaan Bencana dibuka di Kantor BPBD Manggarai setiap hari hingga pukul 22.00 Wita. Namun, tata laksana kedaruratan akan dilakukan apabila terjadi bencana di luar jam tersebut. Koordinasi terus dilakukan BPBD bersama BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri. (Ant)





