Kemenkeu: Penyaluran KUR di NTT hingga Mei capai Rp1,68 triliun

Kupang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terjadi pertumbuhan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi itu hingga Mei 2022, mencapai sebesar Rp1,68 triliun.

“KUR yang tersalurkan sebesar Rp1,68 triliun tumbuh dari sebelumnya sebesar pada April 2022 senilai Rp1,36 triliun dengan total penerima sebanyak 54.072 debitur,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT Kemenkeu Ariyanto Widodo dalam kegiatan jumpa pers bertema “Laporan Kinerja APBN Provinsi NTT Juni 2022” di Kupang, Senin, (27/6/2022).

Secara nasional NTT berada pada urutan 22 jumlah penyaluran KUR dan berada di peringkat 15 untuk total jumlah debitur.

Catur menjelaskan sektor terbesar penyaluran KUR yaitu sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp947,6 miliar untuk 31.668 debitur. Selanjutnya diikuti sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp290,38 miliar untuk 11.533 debitur.

Penyaluran KUR terendah yaitu pada sektor pertambangan dan penggalian senilai Rp580 juta untuk 5 debitur.

Ia mengatakan penyaluran menurut sektor ini belum mencapai kondisi ideal yaitu 60 persen untuk sektor produksi dan 40 persen non-produksi.

Dalam penyaluran KUR, kata dia, sumber dana berasal dari perbankan dan pemerintah memberikan subsidi bunga sehingga meringankan masyarakat.

Oleh karena itu ia berharap perbankan terus meningkatkan penyaluran KUR di NTT, terutama menyasar sektor-sektor produksi yang potensial.

“Penyaluran KUR untuk sektor produksi tentu akan membuat kondisi perekonomian bisa bergerak lebih cepat dan kuat,” katanya. (Ant)