Kemenkeu : Penerimaan Pajak Dari Pemanfaatan PPS NTT Rp14,6 Miliar

Kupang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat penerimaan pajak dari pemanfaatan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pada triwulan I-2022 di NTT mencapai Rp14,6 miliar.

“Pemanfaatan Program Pengungkapan Sukarela oleh wajib pajak di NTT semakin meningkat dari sebelumnya pada Februari dengan sebesar Rp6,41 miliar,” kata Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Catur Ariyanto Widodo di Kupang, Jumat, (22/4).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan realisasi pemanfaatan Program Pengungkapan Sukarela pajak di NTT selama triwulan I-2022.

Catur Ariyanto menjelaskan penerimaan pajak dari pemanfaatan PPS sebesar Rp14,6 miliar berasal dari sebanyak 256 wajib pajak.

Penerimaan ini berkontribusi terhadap realisasi realisasi penerimaan pajak sampai dengan akhir Maret 2022 tercatat sebesar Rp378,58 miliar.

Total penerimaan pajak ini setara dengan 87,84 persen dari target pendapatan atau terkoreksi menurun 15,44 persen year on year (yoy) yang didorong salah satunya oleh komponen PPN Dalam Negeri sebesar 48,76 persen.

Catur menjelaskan penurunan penerimaan pajak antara lain disebabkan adanya kenaikan restitusi PPh Non Migas dan PPN Dalam Negeri.

Selain itu realisasi penyerapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada Maret 2022 yang belum setinggi penyerapan pada periode yang sama tahun 2021.

“Serta juga tidak adanya penerimaan yang carry over dari proyek seperti yang terjadi di tahun 2021 menyebabkan penerimaan pajak di bawah target,” katanya. (Ant)