Dishub NTT Sebut Pelabuhan Perintis Buka Konektivitas di Daerah Terpencil

Kupang – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur Isyak Nuka mengatakan pengoperasian sejumlah pelabuhan perintis di NTT telah membuka konektivitas daerah-daerah terpencil di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

“Sejauh pengamatan kami pelabuhan perintis beroperasi dengan baik terutama pada saat didatangi kapal perintis yang membuat konektivitas daerah terpencil jadi terbuka,” katanya ketika dihubungi di Kupang, Kamis, (23/9).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan dampak keberadaan pelabuhan perintis dioperasikan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bagi daerah-daerah terpencil di NTT.

Isyak Nuka menyebutkan sejumlah pelabuhan perintis yang telah beroperasi seperti Pelabuhan Wulandoni di Kabupaten Lembata, Pelabuhan Terong dan Tobilota di Kabupaten Flores Timur, Pelabuhan Salura di Kabupaten Sumba Timur.

Selain itu Pelabuhan Baranusa di Kabupaten Alor, Pelabuhan Waewole di Kabupaten Manggarai Timur, dan Pelabuhan Maumbawa di Kabupaten Ngada.

Ia menjelaskan sejumlah pelabuhan perintis ini sejauh ini beroperasi dengan baik dan disinggahi kapal-kapal perintis yang mengangkut barang dan orang dari luar daerah.

“Pelabuhan perintis ini membuat daerah-daerah terpencil atau kepulauan menjadi bisa dijangkau dengan lebih mudah dan juga mendorong percepatan pembangunan,” katanya.

Isyak Nuka mengatakan pemerintah provinsi terus berupaya melengkapi infrastruktur di sektor perhubungan laut yang sangat penting bagi NTT dengan kondisi wilayah yang bercirikan kepulauan.

Selain kapal penumpang, kata dia pihaknya juga mengupayakan agar layanan kapal angkutan barang atau tol laut semakin memadai di NTT.

Ia mencontohkan seperti layanan rute tol laut baru menghubungkan Surabaya-NTT-Marauke yang mulai diperasikan pada 15 September 2021.

“Ke depan kita mengupayakan agar ada layanan tol laut yang menghubungkan daerah-daerah yang belum terjangkau tol laut guna meningkatkan perdagangan di daerah,” katanya. (Ant)