BI: Pemulihan Ekonomi NTT Terus Berlanjut Pada Triwulan I 2021

Kupang, – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkirakan pemulihan ekonomi di NTT terus berlanjut di triwulan I 2021 yang didorong perbaikan permintaan domestik terutama konsumsi rumah tangga dan investasi.

Ekonom Perwakilan BI Provinsi NTT Greis D Simamora dalam laporan Perekonomian NTT yang diterima di Kupang, Selasa, (9/2) menjelaskan kebijakan adaptasi kebiasaan baru di NTT yang dimulai sejak 15 Juni 2020 mendorong perbaikan ekonomi secara bertahap mulai triwulan III 2020 hingga triwulan I 2021.

“Permintaan domestik meningkat, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi meskipun masih dibayangi perilaku berjaga-jaga,” katanya.

Ia menjelaskan hal ini dipengaruhi ekspektasi masyarakat mengenai perkembangan kasus COVID-19 dan ketersediaan vaksin untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona.

Greis menjelaskan dari sisi lapangan usaha, akselerasi ekonomi NTT pada triwulan I didorong lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta konstruksi.

Sejumlah faktor pengaruh di antaranya perkiraan BMKG terkait musim hujan yang dimulai akhir Oktober 2020 sehingga bisa mendorong produktivitas pertanian.

Di samping itu kinerja lapangan usaha ini juga dipengaruhi pengendalian virus flu babi Afrika (African swine fever) yang telah menyebabkan kematian lebih dari 58.400 ekor babi di NTT pada 2020

Greis menjelaskan kinerja lapangan usaha konstruksi juga diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I seiring berlanjutnya proyek pemerintah yang tertunda akibat pandemi COVID-19.

Proyek tersebut antara lain pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Selain itu pembangunan destinasi super prioritas Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat berupa penataan Pulau Rinca dan Bandar Udara Internasional Komodo serta jalan provinsi melalui skema pinjaman daerah. (Ant)