Penguatan Pendidikan Karakter Siswa NTT di Tengah Pandemi

Kupang – Pagi itu cuaca Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur diselimuti awan gelap diikuti dengan turunnya hujan lebat. Fenomena alam tidak lazim itu terjadi saat puncak musim kemarau melanda daerah ini.

Sekalipun hujan yang mengguyur ibu kota Provinsi NTT itu tidak lama, sekitar 15 menit, setidaknya bisa menghalau suhu udara Kota Kupang yang biasanya panas mencapai 33 derajat Celsius.

Ratusan siswa-siswi Sekolah Abdi Kasih Bangsa (SAKB) Kota Kupang, tempat para guru berasal dari Kabupaten Sumba Barat magang tentang pendidikan karakter tidak terusik hujan lebat pada Kamis (4/11) pagi itu. Para siswa tetap tekun, tenang, dan konsentrasi mengikuti proses pembelajaran

Sebanyak enam guru yang menjadi perwakilan dari sejumlah lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumba Barat dipilih sebagai duta lembaga INOVASI Untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) mengikuti magang program penguatan karakter di SAKB Kota Kupang.

INOVASI sebagai lembaga yang melaksanakan program kemitraan pemerintah Indonesia dan Australia secara konsisten terus membangun sektor pendidikan dasar di Pulau Sumba di tengah pandemi COVID-19 melalui program penguatan karakter.

Pendidikan karakter menjadi penting dalam proses pendidikan pada semua jenjang pendidikan karena karakter landasan para siswa melakukan kebiasaan yang baik, tidak hanya kecerdasan intelektual.

Sebanyak enam tenaga pendidik diutus belajar tentang metode pembelajaran pengembangan pendidikan berkarakter di SAKB selama 1-5 November 2021 dengan harapan, hasil yang diperoleh diterapkan dalam proses pembelajaran pendidikan karakter di sekolah dasar di “Pulau Sandelfood” itu.

Selama magang, para guru ikut beraktivitas bersama pengajar SAKB Kota Kupang sesuai dengan jam pembelajaran, mulai pagi, saat menyambut siswa datang ke sekolah hingga sore hari, saat mereka selesai mengikuti proses pembelajaran.

Para guru dengan semangat mendampingi serta membimbing para siswa selama pembelajaran berlangsung.
Para siswa di Sekolah Abdi Kasih Bangsa Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat pendampingan para guru selama proses pembelajaran.

Vice Head of School SAKB Kota Kupang Ietje Inabuy mengatakan sebelum magang, para guru telah mengikuti pelatihan di Kabupaten Sumba Barat bersama SAKB tersebut.

Dalam pelatihan itu, pihak SAKB membagi ilmu terkait dengan metode pembelajaran yang selama ini diterapkan dan dikembangkan dalam lingkungan pendidikan SAKB untuk pengembangan pendidikan karakter para siswa.

“Pada saat magang hari pertama, para guru magang kelihatan lelah dan lesu, karena biasanya di tempat mereka mengajar pulang jam satu siang, sementara di SAKB Kupang pulangnya sore meskipun siswa pulangnya jam 12 siang,” katanya.

Waktu terus berlalu, para guru dari Pulau Sumba itu secara perlahan mulai beradaptasi dengan situasi lingkungan pendidikan SAKB yang lebih banyak menekankan pendidikan karakter sebagai hal utama proses pembelajaran.

Para guru mulai menikmati proses magang dengan gembira setelah menemukan tentang bagaimana peran pendidik dalam pembelajaran pendidikan karakter anak.

“Dalam hal mendidik anak, para guru sadar kalau semuanya dimulai dari guru serta tidak boleh menyalahkan anak-anak apabila ada hal yang belum bisa dilakukan atau belum diketahui. Kunci pendidikan karakter di sekolah ada pada guru sedang di rumah pada orang tua,” kata Ietje Inabuy yang juga sukses dalam pengembangan pendidikan karakter di salah satu lembaga pendidikan internasional di Jakarta itu.

Fasilitator

Dalam proses pendidikan di sekolah, peranan guru sebetulnya sebagai fasilitator dan bukan instruktur semata. Guru mengedepankan pendekatan pembelajaran dengan melibatkan siswa dalam membuat kesepakatan.

Proses magang yang diikuti para guru asal Kabupaten Sumba Barat itu, pasti membuahkan hasil, sekalipun mengalami kesulitan penerapan metode belajar baru agar mampu melahirkan anak-anak yang kuat, terampil dan tangguh dalam kepribadian, kreatif, dan kritis.

“Kunci dalam pendidikan karakter ada pada pendidik. Kami berharap para guru dari Sumba Barat bisa menjadi agen perubahan yang bisa mengubah cara pandang dan metode pembelajaran, agar bisa menghasilkan ‘out put’ (keluaran) berkualitas di Sumba Barat,” katanya didampingi Wakil Kepala SAKB Kota Kupang Vero Reimana.

Penerapan pendidikan berkarakter yang sudah dilakukan SAKB Kota Kupang mulai 2017 mampu membentuk tanggung jawab anak dalam berbagai hal, baik dalam pendidikan di sekolah maupun di rumah.

“Program pengembangan pendidikan berkarakter ini memiliki dampak yang positif terhadap perubahan perilaku anak didik yang lebih baik,” katanya.

Program penguatan karakter yang dilaksanakan INOVASI di tengah pandemi COVID-19 sebagai positif dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan anak di NTT.

“Kami sering melakukan kegiatan pentas seni budaya lokal dan budaya nasional secara bersama-sama yang melibatkan semua siswa baik SD hingga SMA. Dalam kegiatan itu sangat terlihat karakter anak terbentuk,” katanya.

Ia mengatakan selama masa pandemi COVID-19 terjadi perubahan karakter anak, antara lain terkait dengan kesantunan, kerja sama, maupun perilaku.

“Kami harus mulai dari awal untuk membimbing para siswa untuk menjadi anak berkarakter karena terjadi pergeseran dalam berperilaku anak selama pembelajaran daring dilakukan di rumah, termasuk dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” katanya.

Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan di tengah COVID-19 menjadi hal utama di SAKB, antara lain mulai dari pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, dan menjaga jarak dalam kelas.

Saat pulang sekolah, semua siswa wajib melakukan tes suhu tubuh dan menggunakan masker. Apabila ada siswa menggunakan masker pada bagian dagu, pasti siswa lain mengingatkannya.

Peran para guru penting dalam proses pendidikan di sekolah. Mereka memegang tanggung jawab besar untuk memastikan anak datang ke sekolah dengan keadaan sehat dan pulang ke rumah tetap sehat.

Bagi para guru asal Kabupaten Sumba Barat mengikuti magang di SAKB Kota Kupang menjadi pengalaman berharga sebagai modal menerapkan pendidikan karakter siswa di sekolahnya.

Guru SDM Waikabubak I Kabupaten Sumba Barat, Maria Binawati, mengaku selama magang mendapatkan banyak kebiasaan baik dalam membangun komunikasi dengan murid.

“Kebiasaan yang dilakukan di SAKB guru-guru yang langsung menyambut siswa dengan mengucapkan selamat pagi kepada siswa, ternyata hal itu membuat siswa menjadi semangat untuk belajar dan siswa dan guru menjadi dekat seperti orang tua dan anak,” tegasnya.

Kebiasaan baik yang diperoleh selama magang menjadi modal untuk diterapkan dalam pendidikan karakter anak di SDM Waikabubak I.

“Apalagi para siswa di SAKB selalu menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi mulai dilakukan dari TK hingga SD sehingga pendidikan kita menjadi lebih maju dan berkembang,” kata dia.

Ia mengapresiasi upaya INOVASI memberikan ruang kepada para guru dari Kabupaten Sumba Barat magang penguatan pendidikan karakter di SAKB Kota Kupang.

Guru SD Masehi Kukumada, Kecamatan Wonakak, Kabupaten Sumba Barat, Mariana Rada Kadunga, mengaku termotivasi dengan proses pembelajaran di SAKB Kota Kupang.

Dengan metode pembelajaran itu, siswa terlihat percaya diri, antusias, dan saling menghargai antarsesama siswa. Hal itu menjadi sesuatu yang baru dalam proses pendidikan karakter siswa.

“Begitu juga komunikasi antara guru dan murid, sangat dekat bahkan seperti teman bermain. Siswa juga aktif,” kata dia.

Dia mengaku akan berjuang menerapkan hal baru yang diperoleh dari SAKB Kupang, sebagai bekal menjalankan proses pendidikan karakter siswa sekolahnya di Pulau Sumba.

Bagi Mariana Rada Kadunga menerapkan hal baru untuk siswa di daerah itu bukanlah hal yang mudah namun setelah proses pembelajaran yang didukung metode belajar secara memadai, tentu membuahkan hasil.

“Proses pembelajaran yang dilakukan ini sangat positif sehingga tentu akan diaplikasikan di sekolah saat kami pulang ke Sumba,” ujarnya.

Bagi INOVASI, penguatan pendidikan karakter dalam lingkungan pendidikan penting sebagai modal pembangunan sumber daya manusia (SDM) NTT di masa depan.

Koordinator Program dan Kemitraan INOVASI NTT Kania Dewi mengatakan program pengembangan pendidikan berkarakter dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan, sebagai upaya mempersiapkan sumber daya generasi NTT menjadi lebih unggul, yang difokuskan pada sejumlah lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur, Pulau Sumba.

Ada enam sekolah sebagai mitra pengembangan pendidikan berkarakter, yaitu tiga di Tanah Righu sekitar 34 kilometer utara Waikabubak, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat dan tiga lainnya di kawasan perkotaan Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur yang telah memiliki akses lebih memadai.

Program pada fase kedua di Pulau Sumba, selain literasi dan numerasi, juga program pendidikan berkarakter yang berlangsung selama 11 bulan, mulai Maret 2021.

“Program ini dilakukan sesuai dengan arah kebijakan nasional pada sektor pendidikan yang menekankan pendidikan karakter, sehingga sebagai mitra pemerintah tentu mendukung penuh terhadap program pendidikan berkarakter,” kata dia.

Demi menyukseskan program pengembangan pendidikan karakter siswa di Pulau Sumba, INOVASI menggandeng lembaga pendidikan SAKB di NTT sebagai mitra, karena telah memiliki pengalaman dan berhasil dalam program pengembangan pendidikan berkarakter di provinsi berbasis kepulauan ini.

Melalui program pendidikan berkarakter maka para murid menjadi lebih bertanggung jawab, sedangkan guru memiliki strategi dalam pengembangan pendidikan di kelas.

Sekolah pun memiliki program pengembangan karakter bagi siswa di tengah pandemi COVID-19.(Ant)