Gubernur NTT Andalkan Sektor Pertanian Mengatasi Kemiskinan Ekstrem Di NTT

Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pihaknya terus mengenjot pembangunan sektor pertanian karena mampu mengatasi kemiskinan ekstrem yang melanda beberapa kabupaten di provinsi setempat.

“Sektor pertanian harus dikembangkan secara serius di NTT karena mampu mengerakan ekonomi masyarakat dengan cepat dalam mengatasi kemiskinan ekstrem,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat saat melakukan panen perdana tanaman jagung di kampung Kuledoki, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (5/11).

Ia mengatakan, pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah akan melakukan tindak tegas terhadap pihak-pihak yang selama ini mengganggu petani dalam melakukan usaha pertanianya.

“Kami minta aparat Kepolisian dan TNI di Kabupaten Kupang untuk melakukan investigasi terhadap oknum-oknum yang selalu mengganggu usaha para petani demi mendapatkan keuntungan tertentu. Pemerintah akan minta aparat penegak hukum untuk menindaknya secara hukum,” tegas Viktor

Ia mengatakan, keamanan sangat dibutuhkan para petani dalam menjalankan usaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dengan tenang sehingga tidak ada lagi warga yang terlilit kemiskinan.

“Pembangunan sektor pertanian mampu menangulangi kemiskinan ekstrim, sehingga perintah terus mendorong petani untuk memanfatkan lahan produktif untuk usaha pertanian,”tegasnya.

Gubernur Viktor menyampaikan terima kasih terhadap Pangdam IX Udayana yang telah membantu adanya pompa air hidram untuk petani di Kecamatan Kupang Timur sehingga usaha tanaman jagu milik petani bisa mendapatkan hasil melimpah.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli mengajak semua petani untuk menkonsolidasi para kelompok petani di Kabupaten Kupang dengan mengisi beberapa lahan yang ada agar pada bulan April atau Mei sudah mulai menanam tanaman jagung.

“Pemerintah NTT akan segera membangun pabrik pakan tenak di Kabupaten Kupang sehingga tentu kebutuhan bahan bakunya harus dari daerah ini,” tegas Lecky Frederich Koli.(Ant)