184 Warga Binaan dan Pegawai LP Atambua Diuji Urin

Kupang – Sebanyak 184 orang warga binaan serta pegawai Lembaga Pemasyarakatan Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, diuji urinnya guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan LP setempat.

“Kami ingin agar lingkungan LP Atambua ini tetap bersih dari praktik penyalahgunaan narkoba, untuk itu kami gelar uji urin ini untuk memastikan hal itu,” kata Kepala LP Atambua, Edward Hadi, ketika dikonfirmasi dari Kupang, Kamis (30/9).

Ia menjelaskan, mereka bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu untuk melaksanakan uji urine itu sebagai bagian tindak lanjut dari deklarasi zero halinar (handphone, pungli dan narkoba) yang telah dilakukan pada Sabtu (25/9).

Uji urin ini, kata dia, tetap dijalankan dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat karena melibatkan sebanyak 184 orang yang terdiri dari 120 warga binaan dan 64 pegawai.

“Semua orang yang diuji juga diwajibkan menjalankan prokes seperti mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, dan memakai masker, serta tidak berkerumun,” katanya.

Ia selalu konsisten mengingatkan para petugas dan penghuni LP Atambua agar selalu menghindari penyalahgunaan narkoba.

Ia memastikan warga binaan maupun petugas yang kedapatan menyalahgunakan narkoba maka pasti ditindak tegas sesuai aturan berlaku.

“Karena itu dalam uji urin ini saya kembali mengingatkan agar jangan coba-coba memakai narkoba karena akan ditindak tegas,” katanya. (Ant)