Manuver Surya Paloh Bagai Bola Salju Yang Terus Menggelinding

Kupang, – Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang, MSi mengatakan, manuver politik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik kepada calon presiden.

“Bagi saya, manuver politik Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik, sebelum partai lain memberi dukungan. NasDem selalu mengawalinya,” kata Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Jumat (26/7).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan wacana yang dibangun oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang akan mendukung Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai calon presiden tahun 2024-2029.

Menurut Ahmad Atang, Surya Paloh mempunyai kalkulasi politik yang matang dan bukan tanpa alasan. “Melihat dinamika ke depan, Anies Banswedan merupakan salah satu figur yang patut diperhitungkan untuk bersaing dengan figur lain, maka NasDem menawarkan kendaraan buat Anis,” ujarnya.

“Dan bagi saya, manuver politik Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik,” katanya sambil mencontohkan dukungan NasDem kepada Joko Widodo menjadi Capres 2014, dukungan NasDem terhadap Ahok sebagai Gubernur DKI dilakukan oleh Surya Paloh.

Namun, di tengah soliditas partai koalisi 01, setelah mengantarkan Jokowi menang pilpres sehingga koalisi jangka panjang menuju 2024 masih diharapkan format yang sama, maka manuver Surya Paloh dapat dilihat sebagai bola salju yang terus menggelinding yang bisa saja mengancam soliditas koalisi atau justru menguntungkan.

Sungguh pun begitu, partai besar seperti PDIP, Golkar dan PKB belum tentu seirama dengan Nasdem untuk mengusung Anis. “Walaupun saat ini belum muncul figur dari partai tersebut di atas tidak berarti bahwa tawaran NasDem akan mulus karena partai besar tidak mau didikte oleh NasDem soal penetapan capres,” tegasnya.

Suatu hal yang pasti, menurut Ahmad Atang bahwa PDIP sebagai pemenang pemilu masih cukup kuat untuk menentukan poros politik pilpres mendatang, meski manuver Surya Paloh bagai bola salju yang terus menggelinding. (Ant)