Wabup Flotim Gerakkan Desa Bentuk Posko Pemantauan Bencana

Kupang – Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli mengatakan pihaknya melakukan mitigasi bencana dengan menggerakkan pemerintah desa untuk membentuk posko pemantauan bencana alam selama musim hujan.

“Kita menggerakkan para kepala desa agar membentuk posko pemantauan potensi kebencanaan yang bersiaga 1×24 jam,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, (23/11).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan langkah mitigasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di daerah itu.

Melalui pos pemantauan, kata dia, potensi bencana dapat diinformasikan secara cepat untuk langkah penanganan.

“Posko pemantauan akan terhubung dengan nomor kontak instansi penanganan bencana daerah termasuk dengan pihak Badan SAR dan TNI-Polri,” katanya.

Payong Boli mengatakan dalam menghadapi ancaman bencana, kecepatan dalam pencegahan hal yang paling utama sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak menginginkan terjadi lagi dampak bencana yang menimbulkan puluhan korban jiwa, seperti di Pulau Adonara saat badai siklon tropis Seroja pada April 2021.

“Karena itu langkah mitigasi yang cepat dan tepat harus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah daerah melalui forum musyawarah pimpinan daerah dan jejaring di lapangan terus berkoordinasi dalam melakukan mitigasi maupun menangani bencana.

“Koordinasi ini terus kita maksimalkan untuk menghadapi ancaman bencana akibat La Nina,” katanya.(Ant)