Labuan Bajo – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mencatat penambahan kasus COVID-19 sebanyak 24 orang pada Senin (9/8)
“Berdasarkan data per hari ini pukul 12.00 Wita, kasus COVID-19 sebanyak 24 orang. Dua orang dideteksi berdasarkan tes cepat molekuler dan 22 orang melalui rapid antigen. Positivity rate sebesar 16,7 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Paulus Mami di Labuan Bajo, Senin.
Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, maka total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Manggarai Barat sejak ditemukannya kasus pertama tanggal 30 April 2020 berjumlah 4.443 kasus.
Pada hari yang sama, Pemkab Manggarai Barat juga mencatat kasus sembuh sebanyak 90 kasus. Dengan demikian, jumlah kasus sembuh di Manggarai Barat telah mencapai 3.413 kasus.
Selain penambahan kasus COVID-19 dan jumlah kasus sembuh, sebanyak 971 orang juga masih menjalani perawatan di beberapa tempat isolasi, seperti RSUD Komodo, RS Siloam, tempat karantina pemerintah kabupaten, dan isolasi mandiri. Total jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 juga bertambah menjadi 59 orang.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyebut adanya gangguan sistem aplikasi penginputan data yang mengakibatkan tingginya angka kasus di Manggarai Barat yang tercatat mencapai angka 890 kasus per 6 Agustus 2021 lalu.
Ia mengatakan, aplikasi tersebut mengalami gangguan sehingga data kasus COVID-19 sejak bulan Mei hingga tanggal 5 Agustus 2021 baru tercatat pada tanggal 6 Agustus 2021.
“Kalau data manual kita di hari itu hanya 29 kasus. Tapi di aplikasi 890 kasus. Setelah ditelusuri, data ini dari bulan Mei, Juni, Juli, hingga 5 Agustus. Karena sistemnya terganggu, maka data yang sudah diinput baru keluar di tanggal 6 sehingga kesannya 890 itu data COVID-19 di tanggal itu,” jelasnya.
Ia pun memastikan angka kasus COVID-19 sejak tanggal 20 Juli 2021 hingga kemarin telah melandai dengan rata-rata kasus di bawah 30 kasus per hari. (Ant)





